Pengajian Hultah NWDI: TGB Tekankan Makna Maulid dan Warisan Perjuangan Maulana Syeikh
Pengajian Hultah NWDI: TGB Tekankan Makna Maulid dan Warisan Perjuangan Maulana Syeikh
Pancor, (14/09). Pengajian dalam rangka Hari Ulang Tahun Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (Hultah NWDI) kembali menghadirkan tausiah penuh makna dari Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. TGKH. M. Zainul Majdi, MA. Dalam kesempatan tersebut, TGB menguraikan secara mendalam mengapa umat Islam merayakan maulid Nabi Muhammad SAW dan apa relevansinya dengan perjuangan umat di masa kini.
Menurut TGB, peringatan maulid bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata dari إظهار المحبة للنبي (menampakkan kecintaan kepada Nabi). Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
“Katakanlah (wahai Muhammad), jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu.” (QS. Ali Imran: 31)
TGB menegaskan, “Kalau cinta itu tidak dinampakkan, maka yang bersaksi di akhirat hanyalah hati. Dengan maulid, kita menampakkan rasa cinta kepada Nabi secara bersama-sama.”
Selain itu, maulid juga menjadi momentum untuk mengambil pelajaran (للإعتبار بسيرة الرسول) dari kehidupan Rasulullah SAW. Hal ini penting agar umat Islam tidak mudah goyah dan lemah dalam menghadapi tantangan zaman. Rasulullah SAW sendiri telah diutus sebagai teladan terbaik, sebagaimana firman Allah:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh, pada diri Rasulullah itu terdapat teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Tidak hanya itu, maulid juga menjadi sarana untuk meneladani ajaran dan budi pekerti Rasulullah SAW (التأسي بتعليم رسول الله). Menurut TGB, setiap muslim yang ingin memiliki aqidah yang benar hendaknya melihat kepada jejak dan aqidah umat Islam terbesar di dunia, yaitu mereka yang selalu menjaga kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. “Sehebat-hebat kita memuji Nabi, tidak akan bisa mengalahkan pujian Rasulullah SAW kepada Baginda Nabi Muhammad SAW,” tambahnya.
Dalam tausiah tersebut, TGB tidak lupa menyinggung kembali sejarah berdirinya Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) oleh Almagfurullah Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid. Menurut beliau, pendirian NWDI bukan sekadar untuk membangun lembaga pendidikan, tetapi juga untuk ikut serta dalam memikirkan dan menyelesaikan persoalan umat dan bangsa. “NWDI lahir dari cita-cita besar Maulana Syeikh untuk membangkitkan semangat umat agar kuat dalam ilmu, kokoh dalam iman, dan tangguh dalam perjuangan kebangsaan,” tutur TGB.
Karena itu, TGB mengajak seluruh warga dan jamaah Nahdlatul Wathan untuk terus meneruskan semangat perjuangan Maulana Syeikh. Ia menekankan bahwa generasi penerus NWDI harus berkomitmen menjaga warisan keilmuan, keagamaan, dan kebangsaan yang telah ditanamkan sejak awal. “Mari kita jaga, lanjutkan, dan hidupkan semangat perjuangan ini, agar NWDI senantiasa hadir memberi manfaat, bukan hanya untuk umat Islam, tetapi juga untuk bangsa Indonesia,” pungkas TGB.
Dengan gaya tutur yang sejuk dan sarat makna, tausiah TGB di pengajian Hultah NWDI tersebut semakin meneguhkan keyakinan jamaah bahwa cinta kepada Nabi Muhammad SAW harus terus diwujudkan, dan perjuangan Maulana Syeikh mesti diteruskan lintas generasi.