Selamat Datang di Yayasan Pendidikan Hamzanwadi

WhatsApp Icon 1




TGB: Mahasantri Harus Menguasai Murabba' Alfahm Watafahhum
03 Aug 2025
TGB: Mahasantri Harus Menguasai Murabba' Alfahm Watafahhum


TGB: Mahasantri Harus Menguasai Murabba' Alfahm Watafahhum

Pancor, 3 Agustus 2025 – Dalam momentum Tasyakur Zikrol Hauliyah ke-60 Ma’had Darul Qur’an wal Hadits (MDQH) NWDI Pancor, Tuan Guru Bajang (TGB) KH. M. Zainul Majdi memberikan nasihat penting kepada seluruh mahasantri agar mengokohkan pemahaman pada empat aspek utama dalam proses menuntut ilmu dan berdakwah.

Empat aspek tersebut disebut oleh TGB sebagai Murabba' Alfahm Watafahhum, yakni persegi empat konsep dan pemahaman yang menjadi pondasi intelektual dan spiritual bagi para penuntut ilmu. Keempatnya adalah:

1. Paham Teks (Nash)

Santri harus memahami dengan baik sumber-sumber otoritatif dalam Islam seperti Al-Qur’an, Hadis, Ijma’ ulama, Qaul Shahaby (pendapat sahabat), dan Aqwal Ulama (pendapat para ulama). Pemahaman terhadap teks adalah dasar dari keilmuan Islam yang bersanad dan bertanggung jawab.

2. Paham Logika (Mantiq)

Tanpa penalaran yang baik, berpikir akan menjadi kabur dan tak tertib. Ilmu mantik membantu santri membangun pola pikir yang sistematis dan kritis, agar mampu membedakan antara dalil yang kuat dan yang lemah, antara sebab dan akibat, serta menyusun argumentasi dengan runtut.

3. Paham Bahasa (Lughah)

Bahasa adalah pintu masuk memahami teks keislaman. TGB menekankan pentingnya menguasai kaidah-kaidah kebahasaan seperti mantuq–mafhum (makna tersurat–tersirat), mujmal–mubayyan (umum–terperinci), ‘amm–khos (umum–khusus), dan berbagai kaidah ushul lainnya. Tanpa penguasaan ini, pemahaman teks bisa salah arah.

4. Paham Realitas (Waqi')

Realitas memiliki "kaidahnya sendiri" yang harus dikenali dan dipahami oleh para da’i dan intelektual muslim. Dakwah yang membumi dan memberikan solusi tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial, budaya, dan zaman. Pemahaman waqi’ menjadikan ilmu tidak hanya relevan, tetapi juga berdampak.

Landasan Dakwah yang Membumi

TGB menegaskan bahwa keempat unsur ini tidak bisa dipisahkan. Keseimbangan antara teks, logika, bahasa, dan realitas adalah kunci agar pesan keislaman tetap otentik sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.

“Empat hal ini adalah murabba’ alfahm wattafahum — persegi empat pemahaman. Ini yang harus ditanamkan kuat-kuat oleh setiap mahasantri,” ungkap TGB di hadapan para hadirin.

Kegiatan Zikrol Hauliyah ke-60 MDQH NWDI Pancor ini menjadi momen reflektif untuk menegaskan kembali misi besar lembaga: mencetak generasi ulama yang berilmu, berakhlak, dan berdaya dalam kehidupan nyata.